Search for collections on Publications

STUDI ANALISIS PEMIKIRAN IMAM MALIK TENTANG ZAKAT PIUTANG

ABDUL NASIR, 141410000436 (2018) STUDI ANALISIS PEMIKIRAN IMAM MALIK TENTANG ZAKAT PIUTANG. Skripsi thesis, UNISNU JEPARA.

[thumbnail of 141410000436_COVER.pdf]
Preview
Text
141410000436_COVER.pdf - Published Version

Download (188kB) | Preview
[thumbnail of 141410000436_BAB I.pdf]
Preview
Text
141410000436_BAB I.pdf - Published Version

Download (81kB) | Preview
[thumbnail of 141410000436_BAB II.pdf]
Preview
Text
141410000436_BAB II.pdf - Published Version

Download (149kB) | Preview
[thumbnail of 141410000436_BAB III.pdf]
Preview
Text
141410000436_BAB III.pdf - Accepted Version

Download (151kB) | Preview
[thumbnail of 141410000436_BAB IV.pdf]
Preview
Text
141410000436_BAB IV.pdf - Published Version

Download (117kB) | Preview
[thumbnail of 141410000436_BAB V.pdf]
Preview
Text
141410000436_BAB V.pdf - Published Version

Download (9kB) | Preview
[thumbnail of 141410000436_DAFTAR PUSTAKA.pdf]
Preview
Text
141410000436_DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (16kB) | Preview

Abstract

Islam menganjurkan kepada pemeluknya supaya mencari rizki sebanyak-banyaknya dengan cara yang halal. Karena dengan demikian mereka yang kaya dapat membantu kepada yang fakir dan miskin baik dengan cara yang wajib seperti zakat, maupun cara yang sunnah, seperti sadaqah dan infaq. Harta yang telah mencapai nishab dan haul, wajib ditunaikan zakatnya, begitu juga dengan harta yang sedang diutangkan kepada orang lain, zakatnya juga wajib dikeluarkan.
Pendapat Imam Malik dalam kitab Al-Muwatto’ sangat menarik untuk dikaji karena sebagian besar para ulama' mewajibkan zakat untuk tiap tahunnya (haul) sedangkan Imam Malik hanya mewajibkan zakatnya sekali saja yaitu pada waktu hutang tersebut dibayar sedangkan untuk tahun-tahun yang telah lalu tidak diwajibkan untuk dizakati.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1). Untuk menganalisis pemikiran Imam Malik tentang zakat piutang 2). Untuk menganalisis Istimbat Imam Malik terhadap hukum zakat piutang.
Penelitian ini termasuk jenis penelitian field research (studi lapangan) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis kualitatif.
Hasil penelitian ini sebagai berikut: 1) Pendapat Imam Malik tentang zakat piutang adalah bahwa harta piutang tidak wajib ditunaikan zakatnya sebelum harta yang diutangkan tersebut diterima kembali oleh pemiliknya. Meskipun harta tersebut berada pada orang lain selama beberapa tahun, sebelum pemiliknya mengambilnya, maka pemiliknya hanya harus membayar zakatnya satu kali saja dan itupun pada waktu harta tersebut diterima oleh pemiliknya. 2) Istimbath hukum yang digunakan oleh Imam Malik dalam pendapat beliau tentang zakat piutang adalah beliau mendasarinya pada ijma' ahli Madinah dalam kitab beliau Al-Muwaththa'.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing I : Muhammad Husni Arafah, Lc.,M.S.I. Pembimbing II : Hudi, S.H.I., M.S.I
Uncontrolled Keywords: Pemikiran, Imam Malik, Zakat Piutang
Subjects: 200 Agama > ISLAM > 2X4 Fikih (Fiqih, Fiqh), Hukum Islam > 2X4.1 Ibadah > 2X4.14 Zakat
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Admin Perpustakaan Unisnu
Date Deposited: 02 Feb 2022 07:15
Last Modified: 02 Feb 2022 07:15
URI: https://eprints.unisnu.ac.id/id/eprint/2122

Actions (login required)

View Item
View Item