TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PENARIKAN MAHAR SETELAH PERCERAIAN MENURUT KOMPILASI HUKUM ISLAM (KHI) (Studi Kasus di Desa Tahunan)

MIFTAKHUL HUDA, 131410000236 (2020) TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PENARIKAN MAHAR SETELAH PERCERAIAN MENURUT KOMPILASI HUKUM ISLAM (KHI) (Studi Kasus di Desa Tahunan). Skripsi thesis, UNISNU Jepara.

[img]
Preview
Text
1. 131410000236_COVER.pdf - Published Version

Download (842kB) | Preview
[img]
Preview
Text
2. 131410000236_BAB I.pdf - Published Version

Download (351kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3. 131410000236_BAB II.pdf - Published Version

Download (326kB) | Preview
[img]
Preview
Text
4. 131410000236_BAB III.pdf - Published Version

Download (259kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5. 131410000236_BAB IV.pdf - Published Version

Download (174kB) | Preview
[img]
Preview
Text
6. 131410000236_BAB V.pdf - Published Version

Download (165kB) | Preview
[img]
Preview
Text
7. 131410000236_DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (222kB) | Preview

Abstract

Perkawinan adalah akad yang sangat kuat atau mitsaqan ghalizhan untuk menaati perintah Allah dan melakukannya merupakan ibadah. Perkawinan bertujuan untuk membentuk atau mewujudkan kehidupan rumah tangga yang sakinah, mawahdah dan rahmah. Perkawinan adalah sah apabila dilakukan menurut hukum Islam dan sesuai dengan Undang-undang perkawinan maupun dalam Kompilasi Hukum Islam.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana penarikan mahar setelah perceraian terjadi di Desa Tahunan, dan bagaimana penarikan mahar setelah perceraian terjadi di Desa Tahunan menurut KHI. tentang Penarikan mahar ditinjau secara yuridis normatif. Jenis penelitian ini adalah kualitatif diskriptif dan dilakukan dengan menggunakan metode analisis secara induktif yaitu dengan menggambarkan masalah penarikan mahar setelah perceraian dilapangan serta tinjauan yuridis dari hasil wawancara dan fakta lapangan.
Berdasarkan hasil penelitian dari penarikan mahar yang dilakukan oleh salah satu warga Dsa Kecapi. Meskipun awalnya tergugat menolaknya karena akhirnya orang tua dari penggugat hadir di persidangan ke-16 dan memohon langsung untuk menceraikan penggugat sehingga tergugat menceraikanya, kemudian setelah 1 bulan pasca perceraian tersebut Iwad tersebut diterima oleh tergugat.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing I : Hudi, S.H.I., M.S.I. Pembimbing II : Mayadina Rohmi Musfiroh, S.H.I., M.A
Uncontrolled Keywords: Isbat Nikah, Perkawinan Campuran, Penetapan Pengadilan Agama.
Subjects: 200 Agama > ISLAM > 2X4 Fikih (Fiqih, Fiqh), Hukum Islam > 2X4.3 Hukum Keluarga dan Hukum Perkawinan > 2X4.313 Mas Kawin
200 Agama > ISLAM > 2X4 Fikih (Fiqih, Fiqh), Hukum Islam > 2X4.3 Hukum Keluarga dan Hukum Perkawinan > 2X4.33 Perceraian Menurut Islam
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: UPT Perpustakaan UNISNU Jepara
Date Deposited: 05 Oct 2021 03:04
Last Modified: 05 Oct 2021 03:04
URI: http://eprints.unisnu.ac.id/id/eprint/291

Actions (login required)

View Item View Item