STUDI EKSPERIMENTAL METODE LAMINASI SEBAGAI INVENSI BETON KONVENSIONAL DENGAN BETON GEOPOLIMER

TRI HANAFIAH MUNAWAROH, 141230000050 (2018) STUDI EKSPERIMENTAL METODE LAMINASI SEBAGAI INVENSI BETON KONVENSIONAL DENGAN BETON GEOPOLIMER. Skripsi thesis, UNISNU Jepara.

[img]
Preview
Text
141230000050_COVER.pdf - Published Version

Download (5MB) | Preview
[img]
Preview
Text
141230000050_BAB I.pdf - Published Version

Download (205kB) | Preview
[img]
Preview
Text
141230000050_BAB II.pdf - Published Version

Download (251kB) | Preview
[img]
Preview
Text
141230000050_BAB III.pdf - Published Version

Download (3MB) | Preview
[img]
Preview
Text
141230000050_BAB IV.pdf - Published Version

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
141230000050_BAB V.pdf - Published Version

Download (119kB) | Preview
[img]
Preview
Text
141230000050_DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (123kB) | Preview
[img]
Preview
Text
LAMPIRAN.pdf - Published Version

Download (6MB) | Preview

Abstract

Semen yang dijadikan sebagai bahan pengikat pada beton memiliki kelemahan yaitu tidak ramah lingkungan karena adanya gas karbon dioksida yang dihasilkan mengakibatkan penambahan pemanasan global. Inovasi terbaru menyebutkan bahwa beton geopolimer adalah beton ramah lingkungan dengan fly ash yang dapat dijadikan sebagai bahan binder pengganti semen. Beton geopolimer sebagai beton yang ramah lingkungan memiliki kelemahan bila dibandingkan dengan beton konvensional seperti beton geopolimer mempunyai sifat yang lebih getas dibandingkan dengan beton dengan bahan pengikat semen. Metode laminasi pada beton merupakan cara dalam penggabungan dua jenis beton yang berbeda. Penggabungan yang dilakukan pada penelitian ini yaitu beton konvensional berbahan semen sebagai binder dan beton geopolimer menggunakan fly ash. Penggabungan ini bertujuan agar bisa mengurangi kegetasan yang dihasilkan dari beton geopolimer.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah ekperimental. Dalam penelitian ini, benda uji menggunakan kubus ukuran 15cm x 15cm x 15cm. Jumlah sampel uji yaitu 45 sampel beton kubus dengan pembuatan 5 variasi sampel yang berbeda yaitu 9 kubus beton full geopolimer, 9 kubus beton full konvensional, 9 kubus beton laminasi A, 9 kubus beton laminasi B, 9 beton kubus laminasi C. Komposisi bahan material beton yang digunakan pada beton konvensional yaitu agregat : (semen+air) = 65% : 35% , agregat kasar : agregat halus = 60% : 40% dan semen : air = 62% : 38%. Serta perbandingan bahan material beton geopolimer yaitu agregat : (fly ash+aktivator) = 65% : 35% , agregat kasar : agregat halus = 60% : 40% , fly ash : aktivator (NaOH dan ) = 62% : 38% dan NaOH : = 1 : 2. NaOH yang dipakai menggunakan NaOH 8 mol. Proses curing yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan karung basah selama umur 7 hari, 14 hari, 28 hari.
Pengujian dilakukan dengan pengujian kuat tekan. Hasil pengujian kuat tekan akan dianalisis bagaimana pola retak yang dihasilkan pada beton dengan metode laminasi. Berdasarkan kuat tekan yang dihasilkan beton geopolimer memiliki kuat tekan yang lebih tinggi sebesar 78,83% dari pada beton konvensional dan dari sebesar 35,36% laminasi B. Sedangkan untuk beton laminasi kuat tekan yang tertinggi berada pada beton laminasi B dengan metode penyusunan setengah beton konvensional dan setengah beton geopolimer dengan posisi beton secara vertikal.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing I : Mochammad Qomaruddin, S.T., M.T. Pembimbing II : Khotibul Umam, S.T., M.T.
Uncontrolled Keywords: Eksperimental, Beton Full Geopolimer, Beton Full Konvensional, Beton Laminasi, Fly Ash.
Subjects: 600 Teknologi dan Ilmu-ilmu Terapan > 690 Teknik Bangunan > 691 Material Bangunan > 691.3 Beton untuk Bangunan
Divisions: Fakultas Sains dan Teknologi > Teknik Sipil
Depositing User: Admin Perpustakaan Unisnu
Date Deposited: 25 Feb 2022 03:23
Last Modified: 25 Feb 2022 03:23
URI: http://eprints.unisnu.ac.id/id/eprint/2472

Actions (login required)

View Item View Item