TINJAUAN KOMPILASI HUKUM ISLAM TERHADAP PASAL 1688 KUH PERDATA TENTANG KEBOLEHAN PENARIKAN HIBAH

NILA KHOIRUN NIHLAH, 141410000420 (2018) TINJAUAN KOMPILASI HUKUM ISLAM TERHADAP PASAL 1688 KUH PERDATA TENTANG KEBOLEHAN PENARIKAN HIBAH. Skripsi thesis, UNISNU JEPARA.

[img]
Preview
Text
141410000420_COVER.pdf - Published Version

Download (4MB) | Preview
[img]
Preview
Text
141410000420_BAB I.pdf - Published Version

Download (7MB) | Preview
[img]
Preview
Text
141410000420_BAB II.pdf - Published Version

Download (8MB) | Preview
[img]
Preview
Text
141410000420_BAB III.pdf - Published Version

Download (5MB) | Preview
[img]
Preview
Text
141410000420_BAB IV.pdf - Published Version

Download (4MB) | Preview
[img]
Preview
Text
141410000420_BAB V.pdf - Published Version

Download (807kB) | Preview
[img]
Preview
Text
141410000420_DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview

Abstract

Hibah diatur dalam KHI dan KUH Perdata, mengenai ketentuan kebolehan penarikan hibah terdapat kesenjangan antara KHI dan KUH Perdata. Dalam KHI kebolehan penarikan hibah hanya sebatas hibah yang diberikan orang tua kepada anaknya, berbeda dengan penarikan hibah dalam KUH Perdata yang tidak terbatas hanya dari orang tua kepada anaknya, terdapat kesenjangan antara KHI dan KUH Perdata mengenai kebolehan penarikan hibah.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana perbedaan ketentuan kebolehan penarikan hibah dalam KUH Perdata dan KHI, dan bagaimana kebolehan penarikan hibah dalam KUH Perdata ditinjau menggunakan KHI. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana tinjauan Kompilasi Hukum Islam terhadap Pasal 1688 KUH Perdata tentang kebolehan penarikan hibah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu kajian pustaka yaitu karya-karya yang dapat memberikan informasi yang berkaitan dengan masalah penarikan hibah, baik dari buku, maupun jurnal, dan kitab-kitab yang mendukung. Data primer dan sekunder dianalisis dengan metode deskriptif analisis.

Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pasal 1688 KUH Perdata sejalan dengan KHI dari sisi kebolehan penarikan hibah, tetapi berbeda dalam hal syarat yang diberikan dalam penarikan hibah. Adanya perbedaan ketentuan tentang penarikan hibah dalam KHI dan KUH Perdata dikarenakan perbedaan objek hukumnya, karena KHI mengatur keperdataan yang diperuntukkan bagi orang Islam, dan KUH Perdata diperuntukkan bagi orang non muslim.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing I : M. Husni Arafat, Lc.,M.S.I Pembimbing II : Hudi,S.H.I.,M.S.I
Uncontrolled Keywords: Hibah, KHI, KUH Perdata, Penarikan Hibah.
Subjects: 200 Agama > ISLAM > 2X4 Fikih (Fiqih, Fiqh), Hukum Islam > 2X4.2 Muamalat, Muamalah /Hukum Perdata Islam
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Admin Perpustakaan Unisnu
Date Deposited: 17 Feb 2022 03:41
Last Modified: 17 Feb 2022 03:41
URI: http://eprints.unisnu.ac.id/id/eprint/2394

Actions (login required)

View Item View Item