STUDI ANALISIS TERHADAP PERKAWINAN SIRRI MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 39 TAHUN 1999 TENTANG HAK ASASI MANUSIA (HAM)

MUKHAMMAD KHABIB FATKHAN, 1213030 (2018) STUDI ANALISIS TERHADAP PERKAWINAN SIRRI MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 39 TAHUN 1999 TENTANG HAK ASASI MANUSIA (HAM). Skripsi thesis, UNISNU JEPARA.

[img]
Preview
Text
1213030_COVER.pdf - Published Version

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
1213030_BAB I.pdf - Published Version

Download (158kB) | Preview
[img]
Preview
Text
1213030_BAB II.pdf - Published Version

Download (201kB) | Preview
[img]
Preview
Text
1213030_BAB II.pdf - Published Version

Download (201kB) | Preview
[img]
Preview
Text
1213030_BAB III.pdf - Published Version

Download (178kB) | Preview
[img]
Preview
Text
1213030_BAB IV.pdf - Published Version

Download (138kB) | Preview
[img]
Preview
Text
1213030_BAB V.pdf - Published Version

Download (73kB) | Preview
[img]
Preview
Text
1213030_DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (106kB) | Preview

Abstract

Praktik perkawinan sirri masih menjadi fenomena sosial yang cukup marak dan masih menjadi ajang perdebatan di masyarakat. Kebanyakan praktik perkawinan sirri dilakukan oleh masyarakat awam yang tidak paham akan hukum, walaupun tidak menutup kemungkinan bahwa perkawinan sirri ini dilakukan oleh orang-orang yang memahami akan hukum. Bagi sebagian masyarakat yang masih awam akan hukum menganggap perkawinan sirri sebagai jalan keluar terbaik dan tidak ada unsur dosa di dalamnya karena telah dilakukan menurut Agama, hanya saja tidak dicatatkan kepada pegawai pencatat nikah dalam hal ini adalah KUA (Kantor Urusan Agama). Dengan tidak dicatatkannya suatu perkawinan, maka pasangan tersebut tidak memiliki bukti bahwa mereka telah menikah, bukti tersebut berupa akta nikah. Dengan tidak adanya bukti tersebut, ketika terjadi konflik dalam rumah tangga suami atau istri tidak bisa menuntut haknya. Jelas ini akan sangat merugikan, terutama bagi istri dan anak. Dengan demikian sudah tentu perkawinan sirri telah melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) dan juga tidak sesuai dengan prinsip maqashid syari’ah yaitu melindungi agama, jiwa, akal, harta dan keturunan.
Tujuan penelitian ini, untuk mengetahui akibat dari perkawinan sirri dan juga pandangan Hak Asasi Manusia (HAM) tentang perkawinan sirri. Masalah utama dari penelitian ini adalah akibat perkawinan sirri dan tinjauannya dalam Hak Asasi Manusia (HAM). Skripsi ini menggunakan penelitian kualitatif dan pendekatan penelitian hukum normatif.
Hasil penelitian, perkawinan sirri memiliki banyak akibat negatif, yaitu bagi status istri, istri tidak dianggap sebagai istri yang sah di mata hukum yang berakibat pada hak-hak istri tidak terjamin secara hukum. Begitu juga dengan keturunan yang dihasilkan (anak), yang tidak sah sehingga hak-hak anak sebagai keturunannya tidak dapat diterima, seperti hak waris dan kebutuhan hidup lainnya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing I : M. Husni Arafat, Lc.,M.S.I Pembimbing II : Wahidullah, S.H.I.,M.H.
Uncontrolled Keywords: Perkawinan Pirri, Hak Asasi Manusia, Maqashid Syari’ah
Subjects: 200 Agama > ISLAM > 2X4 Fikih (Fiqih, Fiqh), Hukum Islam > 2X4.3 Hukum Keluarga dan Hukum Perkawinan > 2X4.31 Nikah
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Admin Perpustakaan Unisnu
Date Deposited: 17 Feb 2022 03:17
Last Modified: 17 Feb 2022 03:17
URI: http://eprints.unisnu.ac.id/id/eprint/2381

Actions (login required)

View Item View Item