KAJIAN ANALISIS PANJANG ANTRIAN DAN ARUS JENUH PADA SIMPANG EMPAT (SIMPANG KERAMIK) KECAMATAN NALUMSARI, KABUPATEN JEPARA

SILVIANA IKA ARIYANI, 141230000020 (2019) KAJIAN ANALISIS PANJANG ANTRIAN DAN ARUS JENUH PADA SIMPANG EMPAT (SIMPANG KERAMIK) KECAMATAN NALUMSARI, KABUPATEN JEPARA. Skripsi thesis, UNISNU JEPARA.

[img]
Preview
Text
141230000020_COVER.pdf - Published Version

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
141230000020_BAB I.pdf - Published Version

Download (177kB) | Preview
[img]
Preview
Text
141230000020_BAB II.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
141230000020_BAB III.pdf - Published Version

Download (457kB) | Preview
[img]
Preview
Text
141230000020_BAB IV.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
141230000020_BAB V.pdf - Published Version

Download (167kB) | Preview
[img]
Preview
Text
141230000020_DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (134kB) | Preview

Abstract

Simpang jalan merupakan bagian dari prasarana jalan yang memiliki peran sangat penting terhadap perkembangan ekonomi maupun sosial dalam masyarakat. Simpang bersinyal empat Keramik Kecamatan Nalumsari adalah salah satu dampak laju perkembangan lalu lintas yang seiring bertambahnya tahun mengalami peningkatan jumlah arus kendaraan lalu lintas. Data primer didapat dari hasil survey secara langsung serta metode yang digunakan adalah MKJI 1997 dan metode webster. Data sekunder berupa data jumlah penduduk. Simpang ini memliki pengaturan waktu 4 fase dimulai dari pendekat utara dari arah ruas jalan Nalumsari memliki waktu hijau 28 detik, waktu merah 68 detik. Ruas jalan arah Kudus waktu hijau 30 detik, waktu merah 66 detik. Ruas jalan Dorang waktu hijau 26 detik, waktu merah 70 detik. Ruas jalan dari arah Jepara waktu hijau 28 detik dan lampu merah 68 detik. Derajat kejenuhan tiap lengan simpang dari arah Jepara DS sebesar 0,68. Dari arah Nalumsari nilai DS 0,43. Dari arah Kudus nilai DS sebesar 0,44. Nilai DS dari arah Dorang sebesar 0,16. Untuk Dinas Perhubungan (Dishub) setempat dari 4 fase menjadi 3 fase. Solusi pertama yang dapat diambil dalam permasalahan tersebut adalah dengan merubah fase sinyal lalu lintas menjadi 3 fase dengan waktu siklus 54 detik. Untuk pendekat barat arah Jepara – Kudus (A) waktu hijau sebesar 16 detik, waktu merah 33 detik dan untuk pendekat Utara – Selatan yaitu arah Nalumsari – Dorang dijadikan 1 fase dengan waktu hijau 12 detik, waktu merah 38 detik. Sedangkan pendekat Timur yaitu arah Kudus-Jepara waktu hijau sebesar 12 detik, waktu merah 36 detik. Dan untuk solusi kedua yaitu dengan melakukan pelebaran jalan sebesar 1 meter untuk pendekat arah (A) Jl. Jepara – Kudus dan pendekat (C) Jalan Kudus – Jepara. Serta penambahan lebar jalan untuk pendekat (B) Jl. Nalumsari sebesar 1,5 meter.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing I :H. Mochammad Qomaruddin, ST., MT Pembimbing II :Nor Hidayati, ST., MT
Uncontrolled Keywords: Simpang, Kemacetan, Derajat Kejenuhan, Panjang Antrian, Kapasitas
Subjects: 600 Teknologi dan Ilmu-ilmu Terapan > 620 Ilmu Teknik > 624 Teknik Sipil > 625.7 Teknik Jalan Raya
Divisions: Fakultas Sains dan Teknologi > Teknik Sipil
Depositing User: Admin Perpustakaan Unisnu
Date Deposited: 08 Feb 2022 03:04
Last Modified: 09 Mar 2022 01:56
URI: http://eprints.unisnu.ac.id/id/eprint/2199

Actions (login required)

View Item View Item