PENGGUNAAN RECLAIMED ASPHALT PAVEMENT (RAP) SEBAGAI AGREGAT KASAR CAMPURAN BETON KONVENSIONAL DAN BETON GEOPOLYMER

MIFTAKHUL HADI, 151230000070 (2019) PENGGUNAAN RECLAIMED ASPHALT PAVEMENT (RAP) SEBAGAI AGREGAT KASAR CAMPURAN BETON KONVENSIONAL DAN BETON GEOPOLYMER. Skripsi thesis, UNISNU JEPARA.

[img]
Preview
Text
151230000070_COVER.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
151230000070_BAB I.pdf - Published Version

Download (130kB) | Preview
[img]
Preview
Text
151230000070_BAB II.pdf - Published Version

Download (332kB) | Preview
[img]
Preview
Text
151230000070_BAB III.pdf - Published Version

Download (190kB) | Preview
[img]
Preview
Text
151230000070_BAB IV.pdf - Published Version

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
151230000070_BAB V.pdf - Published Version

Download (117kB) | Preview
[img]
Preview
Text
151230000070_DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (118kB) | Preview

Abstract

Reclaimed Asphalt Pavement (RAP) adalah material bekas kerukan aspal yang selama ini masih jarang dimanfaatkan. Material tersebut merupakan limbah yang terdiri dari aspal dan agregat. Selama ini pemanfaatan material tersebut hanya digunakan sebagai urugan dipinggir jalan. Inovasi dan ide kreatif dalam dunia konstruksi saat ini perkembangannya sangat pesat. Penggunaan material tersebut sebagai campuran beton merupakan sebuah inovasi memanfatkan limbah untuk menaikkan nilai ekonomisnya. Dalam penelitian ini penggunaan material RAP sebagai pengganti agregat kasar (batu split) dalam campuran beton konvensional dan beton geopolymer. Perbandingan penggunaan campuran material dari kedua jenis beton tersebut adalah 65% (agregat) dan 35% (binder + aktivator). Perbandingan penggunaan agregat yaitu 60% (agregat kasar) dan 40% (agregat halus) begitupun juga dengan penggunaan binder (60%) dan aktivator (40%). Penelitian ini menggunakan benda uji silinder dengan ukuran diameter 105 mm dan tinggi 210 mm. Jumlah total benda uji yaitu 72 buah yang terbagi dalam 4 mix design. Pengujian kuat tekan beton dilakukan pada umur 7, 14 dan 28 hari sedangkan untuk pengujian kuat belah beton pada umur 28 hari saja. Pengujian kuat tekan dimaksudkan untuk mengetahui mutu dan nilai kekuatan beton. Pengujian kuat tarik belah dimaksudkan sebagai salah satu cara untuk mengetahui kekuatan geser beton. Sebelum dilakukan pengujian beton terlebih dahulu dilakukan perawatan beton yaitu menggunakan karung goni yang dibasahi dan dijaga kelembapannya sampai dengan umur pengujian. Beton geopolymer merupakan beton yang mempunyai kuat tekan paling tinggi yaitu 35,11 MPa dibandingkan dengan beton konvensional yang hanya 13,27 MPa pada umur 28 hari. Pada uji kuat tarik belah beton konvensional senilai 6,07 Mpa masih dibawahnya beton geopolymer yaitu 10,94 MPa. Pada beton yang menggunakan material RAP kuat tekan dan kuat belah masih dibawah beton normal. Pada beton konvensional RAP umur 28 hari kuat tekannya 11,34 MPa dan pada beton geopolymer RAP 13,51 MPa. Sedangkan pada uji belah beton konvensional RAP senilai 4,87 MPa dan beton geopolymer 5,55 MPa. Dari data hasil pengujian diatas material RAP memang kurang cocok dijadikan agregat kasar untuk campuran beton dengan mutu tinggi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing I : H. Mochammad Qomaruddin, ST., MT Pembimbing II : Decky Rochmanto, ST., MT.
Uncontrolled Keywords: Limbah Aspal, Material RAP, Beton Konvensional, Beton Geopolymer.
Subjects: 600 Teknologi dan Ilmu-ilmu Terapan > 620 Ilmu Teknik > 624 Teknik Sipil > 625.8 Teknik Permukaan Jalan Raya Buatan (paving, makadam, jalan aspal, jalan beton, trotoar)
Divisions: Fakultas Sains dan Teknologi > Teknik Sipil
Depositing User: Admin Perpustakaan Unisnu
Date Deposited: 08 Feb 2022 02:52
Last Modified: 08 Feb 2022 02:52
URI: http://eprints.unisnu.ac.id/id/eprint/2195

Actions (login required)

View Item View Item