STUDI EKSPERIMENTAL KUAT TEKAN DAN KUAT LENTUR SANDWICH CONCRETE BETON GEOPOLIMER DENGAN BETON KONVENSIONAL

WAYS ALKORNIK, 151230000097 (2019) STUDI EKSPERIMENTAL KUAT TEKAN DAN KUAT LENTUR SANDWICH CONCRETE BETON GEOPOLIMER DENGAN BETON KONVENSIONAL. Skripsi thesis, UNISNU JEPARA.

[img]
Preview
Text
151230000097_COVER.pdf - Published Version

Download (607kB) | Preview
[img]
Preview
Text
151230000097_BAB I.pdf - Published Version

Download (392kB) | Preview
[img]
Preview
Text
151230000097_BAB II.pdf - Published Version

Download (315kB) | Preview
[img]
Preview
Text
151230000097_BAB III.pdf - Published Version

Download (569kB) | Preview
[img]
Preview
Text
151230000097_BAB IV.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
151230000097_BAB V.pdf - Published Version

Download (136kB) | Preview
[img]
Preview
Text
151230000097_DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (221kB) | Preview

Abstract

Semen digunakan sebagai binder untuk bahan pengikat beton memiliki kelebihan cepat mengeras dan mudah untuk dibentuk dalam pekerjaan, Namun adanya gas karbon dioksida yang dihasilkan semen menjadikan semen tidak ramah lingkungan yang dapat mengakibatkan pemanasan global. Pada penelitian terbaru menemukan beton geopolimer yang menggunakan fly ash sebagai pengganti semen dengan kelebihan ramah lingkungan namun pada beton geopolimer memiliki kelemahan dengan sifat getas dibanding dengan beton semen sebagai bindernya. Metode sandwich concrete dengan melakukan pemodifan pada beton dengan berlapis yaitu penggabungan beton konvensional yang diapit dengan beton geopolimer. Penelitian eksperimental ini menggunakan pengujian kuat tekan dan kuat lentur. Pengujian kuat tekan mempergunakan kubus dengan diameter 15 cm x 15 cm x 15 cm dengan jumlah sempel 48 kubus. Pembuatan sampel kubus memiliki 4 variasi sampel yaitu 15 kubus full beton geopolimer, 15 kubus full konvensional, 15 kubus sandwich concrete 1, dan 15 kubus sandwich concrete 2. Sedangkan pada pengujian kuat lentur mempergunakan balok dengan diameter 60 cm x 15 cm x 15 cm dengan jumlah sampel 10 balok yang memiliki 2 variasi sampel, 5 balok sandwich concrete 1, dan 5 balok sandwich concrete 2. Komposisi campuran beton dengan presentase jumlah material yang sama dengan beton geopolimer dan konvensional yaitu agregat : (binder + activator) = 62% : 38%, agregat kasar : agregat halus = 57% : 43%, binder : activator = 65% : 35%, pada beton geopolimer menggunakan NaOH dan Na2SiO3 sebagai cairan activator dengan perbandingan 1 : 2. Proses curing dilakukan dengan menggunakan karung basah dengan umur beton 7 hari, 28 hari, dan 56 hari pada pengujian kuat tekan dan pada pengujian kuat lentur mempergunakan umur beton 56 hari. Pengujian ini dilakukan dengan 2 pengujian yaitu pengujian kuat tekan dan pengujian kuat lentur. Hasil dari pengujian kuat tekan mendapatkan nilai kuat tekan tertinggi pada beton full geopolimer sebesar 30,96% dari jenis beton full konvensional dan sebesar 7,07% dari beton sandwich concrete 2. Pada jenis beton sandwich concrete kuat tekan tertinggi pada jenis beton sandwich concrete 2 dengan posisi penekanan vertikal dengan nilai kuat tekan sebesar 381 kg/cm2. Sedangkan pada kuat lentur tertinggi pada jenis sampel sandwich concrete 2 yaitu sebesar 19,68% dari jenis sampel sandwich concrete 1.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing I :H. Mochammad Qomaruddin, ST., MT Pembimbing II :Nor Hidayati, ST., MT
Uncontrolled Keywords: Beton Geopolimer, Beton Konvensional, Beton Sandwich Concrete, Kuat Tekan, Kuat Lentur.
Subjects: 600 Teknologi dan Ilmu-ilmu Terapan > 690 Teknik Bangunan > 691 Material Bangunan > 691.3 Beton untuk Bangunan
Divisions: Fakultas Sains dan Teknologi > Teknik Sipil
Depositing User: Admin Perpustakaan Unisnu
Date Deposited: 08 Feb 2022 02:50
Last Modified: 08 Feb 2022 02:50
URI: http://eprints.unisnu.ac.id/id/eprint/2193

Actions (login required)

View Item View Item