TINJAUAN KONSEP ‘URF TERHADAP PEMBAGIAN WARIS MASYARAKAT BANDUNGHARJO KECAMATAN DONOROJO KABUPATEN JEPARA

ERVI MELA SARI, 141410000426 (2018) TINJAUAN KONSEP ‘URF TERHADAP PEMBAGIAN WARIS MASYARAKAT BANDUNGHARJO KECAMATAN DONOROJO KABUPATEN JEPARA. Skripsi thesis, UNISNU JEPARA.

[img]
Preview
Text
14141000042_COVER.pdf - Published Version

Download (828kB) | Preview
[img]
Preview
Text
14141000042_BAB I.pdf - Published Version

Download (344kB) | Preview
[img]
Preview
Text
14141000042_BAB II.pdf - Published Version

Download (435kB) | Preview
[img]
Preview
Text
14141000042_BAB III.pdf - Updated Version

Download (353kB) | Preview
[img]
Preview
Text
14141000042_BAB V.pdf - Published Version

Download (191kB) | Preview
[img]
Preview
Text
14141000042_DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (218kB) | Preview

Abstract

Dalam hukum kewarisan Islam, kita mengenal konsep 2:1 (dua banding satu) antara laki-laki dan perempuan. Ketentuan ini tercantum dalam Qs. An-Nisa’ (4) 11-12. Sedangkan pelaksanaan pembagian harta warisan pada masyarakat Bandungharjo mayoritas diselesaikan secara musyawarah, baik dibagi secara rata maupun 2:1. tidak didasarkan pada hukum fara’id. Terdapat pula masalah tentang waktu pembagian waris masyarakat Bandungharjo dilaksanakan saat (pewaris) belum meninggal, kesenjangan lainnya yakni pembagian harta warisan diberikan kepada semua ahli waris, termasuk Non Muslim. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pembagian waris masyarakat Bandungharjo. serta untuk mengetahui bagaimana pembagian waris masyarakat Bandungharjo menurut ‘urf. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode yuridis normatif. Pendekatan tersebut digunakan untuk mengetahui dan memahami permaslahan yang diteliti berdasarkan Al-Quran, Hadits, dan Hukum Islam. Dalam hal ini tinjauan terhadap pembagian waris di Desa Bandungharjo. Hasil penelitian yang diperoleh ialah 1). Tidak dibedakan antara ahli waris Muslim maupun Non Muslim, semua anak mendapatkan harta waris, meskipun Non Islam, pembagian warisan mayoritas dilaksanakan ketika pewaris masih hidup, bagian harta waris baik laki-laki maupun perempuan tidak berdasarkan 2:1, melainkan ditentukan bagi rata atau secara musyawarah. 2). Hal ini menunjukkkan bahwa dalam sistem pembagian harta warisan pada masyarakat Desa Bandungharjo mayoritas menggunakan sistem hukum adat. Dalam sistem pembagian harta waris masyarakat Bandungharjo bertentangan dengan sistem hukum waris Islam. Akan tetapi menurut masyarakat Bandungharjo sistem tersebut lebih efisien dan lebih mendekati keadilan dalam praktik kewarisan di Desa Bandungharjo. Karena sejatinya pembagian harta warisan mengandung nilai-nilai kearifan lokal (al-‘urf) yang diakomodir dalam Islam. Dan berbicara tentang dampak yang ditimbulkan dalam sistem pembagian harta warisan pada masyarakat Desa Bandungharjo, kebanyakan dampak positif dibandingkan dampak negatif.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing I : H. Husni Arafah, Lc., M.S.I. Pembimbing II : Nur Kholis, S.H.I., M.S.I
Uncontrolled Keywords: Urf, Waris, Hukum Adat, Bandungharjo.
Subjects: 200 Agama > ISLAM > 2X4 Fikih (Fiqih, Fiqh), Hukum Islam > 2X4.4 Hukum Waris Islam, Faraid > 2X4.43 Pembagian Harta Warisan
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Admin Perpustakaan Unisnu
Date Deposited: 08 Feb 2022 01:53
Last Modified: 08 Feb 2022 01:53
URI: http://eprints.unisnu.ac.id/id/eprint/2189

Actions (login required)

View Item View Item