TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PERSEPSI MASYARAKAT DESA KECAPI, TAHUNAN, JEPARA TENTANG PAMALI MELANGSUNGKAN PERKAWINAN DI BULAN MUHARRAM

AGUS FAIS SYANZALI, 131410000335 (2018) TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PERSEPSI MASYARAKAT DESA KECAPI, TAHUNAN, JEPARA TENTANG PAMALI MELANGSUNGKAN PERKAWINAN DI BULAN MUHARRAM. Skripsi thesis, UNISNU JEPARA.

[img]
Preview
Text
131410000335_COVER.pdf - Published Version

Download (4MB) | Preview
[img]
Preview
Text
131410000335_BAB I.pdf - Published Version

Download (170kB) | Preview
[img]
Preview
Text
131410000335_BAB II.pdf - Published Version

Download (264kB) | Preview
[img]
Preview
Text
131410000335_BAB III.pdf - Published Version

Download (173kB) | Preview
[img]
Preview
Text
131410000335_BAB IV.pdf - Published Version

Download (190kB) | Preview
[img]
Preview
Text
131410000335_BAB V.pdf - Published Version

Download (110kB) | Preview
[img]
Preview
Text
131410000335_DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (85kB) | Preview

Abstract

Perkawinan di sebagian masyarakat Desa Kecapi Tahunan Jepara, antara lain masih dilaksanakan berdasarkan kepercayaan dari para leluhurnya. Mereka tidak berani melaksanakan perkawinan pada bulan Muharram, karena pada bulan tersebut diyakini sebagai hari yang tidak baik.
Dalam penelitian ini merumuskan masalah tentang Bagaimana pelaksanaan perkawinan pada bulan Muharram menurut adat Jawa di Desa Kecapi kecamatan Tahunan Jepara dan bagaimana tinjauan konsep ‘urf terhadap hal tersebut? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari penjelasan hal tersebut dengan konsep tinjauan ‘urf.
Penelitian ini menggunakan jenis (case study and field research) dengan metode penelitian deskriptif, yaitu penelitian yang membuat kesimpulan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenahi fakta-fakta yang terjadi dalam masyarakat kelurahan Kecapi Tahunan Jepara, dalam hal ini hendak diuraikan konsep tinjauan ‘Urf tentang perkawinan pada bulan Muharram menurut adat Jawa
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kepercayaan terhadap hal-hal yang bersifat mitos dan tahayul serta tidak mendasar dalam hukum Islam adalah merujuk kepada arah “tathayyur’. Ththayyur dalam tinjauan ‘Urf adalah termasuk ‘Urf yang fasid (rusak), Pada sisi lain, dalam hal ini adat berperan sebagai penghubung pola-pola perilaku baru dengan tetap berpijak kepada aturan-aturan normatif dari agama. Kekurangan-kekurangan dalam tradisi umumnya bisa dimaklumi sebagai bagian dari adat, selama syarat-syarat keagamaan dari perkawinan dan pengaturan hubungan selanjutnya, Pola hubungan ini ditampung dalam kaidah al-adah Muhakkamah, sehingga adat istiadat bisa disantuni tanpa mengurangi sahnya perkawinan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing : Muhammad Husni Arafah, Lc., M.S.I.
Uncontrolled Keywords: Perkawinan, Bulan Muharram, Adat Jawa, ‘Urf
Subjects: 200 Agama > ISLAM > 2X4 Fikih (Fiqih, Fiqh), Hukum Islam > 2X4.3 Hukum Keluarga dan Hukum Perkawinan > 2X4.31 Nikah
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Admin Perpustakaan Unisnu
Date Deposited: 02 Feb 2022 07:16
Last Modified: 02 Feb 2022 07:16
URI: http://eprints.unisnu.ac.id/id/eprint/2124

Actions (login required)

View Item View Item