HUKUM TALAK TERHADAP ISTRI DALAM KEADAAN HAID MENURUT IMAM MADZHAB EMPAT

MUSTARIHATUN, NIM : 1210042 (2015) HUKUM TALAK TERHADAP ISTRI DALAM KEADAAN HAID MENURUT IMAM MADZHAB EMPAT. Skripsi thesis, UNISNU Jepara.

[img]
Preview
Text
6 ABSTRAK.pdf

Download (108kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (574kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (685kB) | Preview
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (262kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (197kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (462kB)

Abstract

Mustarihatun (NIM : 1210042). Hukum Talak Terhadap Istri dalam Keadaan Haidl Menurut Imam Madzhab Empat. Skripsi. Fakultas Syari’ah Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara, 2015. Perkawinan merupakan suatu ikatan bersama antara pria dan wanita yang dihalalkan oleh Allah SWT, untuk mendapatkan kebahagiaan dan kesejahteraan serta keturunan yang sholeh maupun sholehah dan juga perkawinan adalah hal yang naluriah dan ibadah sebagai cermin pergaulan manusia dalam melaksanakan segala perintah Allah SWT dimuka bumi. Manusia dibekali oleh Allah akal dan syahwat dan ia merupakan makhluk yang paling sempurna yang mempunyai jasad dan roh, mempunyai panca indera, untuk berhubungan dengan sesamanya dan alam sekitarnya, mempunyai hati untuk merasakan kehidupan dan diciptakan berpasang-pasangan. Jika ikatan antara suami istri sedemikian kokoh kuatnya, maka tidak sepatutnya dirusakkan dan disepelekan. Setiap usaha untuk menyepelekan hubungan perkawinan dan melemahkannya adalah dibenci oleh Islam, karena ia merusakkan kebaikan dan menghilangkan kemaslahatan antara suami istri. Maka dalam kasusnya talak itu ialah menghilangkan ikatan perkawinan sehingga setelah hilangnya ikatan perkawinan itu istri tidak lagi halal bagi suaminya. Dan hendaknya, talak itu dilakukan apabila istri dalam keadaan suci dari haidl dan belum disetubuhi, apabila wanita sedang dalam keadaan haidl sebenarnya dalam keadaan tidak wajar, makanya seorang suami tidak boleh menceraikannya, sampai dalam keadaan suci dan kembali pada kondisi yang normal. Dalam hal tersebut para Imam Madzhab Empat berbeda pendapat mengenai hukum talak tersebut. Penelitian ini termasuk jenis penelitian library research, maka dalam penulisan skripsi ini, penulis melakukan pengumpulan data lewat studi dan penelitian kepustakaan terhadap buku-buku yang berkaitan dengan permasalahan yang sedang penulis kaji. Dalam menganalisis penelitian ini, penulis menggunakan metode deskriptif yang berusaha menggambarkan, menganalisa dan menilai data yang terkait dengan masalah. Hasil yang didapat dari penelitian ini, yaitu : semua Imam Madzhab Empat sepakat bahwa hukum talak ketika istri dalam keadaan haidl adalah haram, tetapi talaknya tetap sah, dan pelakunya merupakan orang yang berdosa dan bermaksiat. Sedangkan metode istinbath hukum Imam Madzhab Empat dalam hal ini, yaitu Imam Abu Hanifah disandarkan pada dalil hadits, Imam Malik disandarkan pada daliul Al-Qur’an, sedangkan Imam Syafi’i dan Imam Hambali juga disandarkan pada dalil hadits. Kata Kunci :Hukum, Talak, Istri, Keadaan Haidl, Pendapat Imam Madzhab.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Dr. H. Ahmad Barowi Sebagai Pembimbing
Uncontrolled Keywords: Hukum, Talak, Istri, Keadaan Haidl, Pendapat Imam Madzhab.
Subjects: Hukum Islam > Hukum Keluarga dan Hukum Perkawinan, Pernikahan menurut Islam > Perceraian Menurut Islam > Talaq dan Khulu'
Hukum Islam > Fikih dari Berbagai Paham, Mahzab
Depositing User: Pustakawan UNISNU Jepara
Date Deposited: 19 May 2016 07:59
Last Modified: 19 Jan 2018 03:50
URI: http://eprints.unisnu.ac.id/id/eprint/503

Actions (login required)

View Item View Item