STUDI ANALISIS TENTANG JUAL BELI ANJING MENURUT IMAM MAZHAB

ALIYATAR RIDHO’AH, NIM : 1210011 (2014) STUDI ANALISIS TENTANG JUAL BELI ANJING MENURUT IMAM MAZHAB. Skripsi thesis, UNISNU Jepara.

[img]
Preview
Text
halaman awal.pdf

Download (281kB) | Preview
[img] Text
skripsi.pdf
Restricted to Registered users only

Download (685kB)

Abstract

Diantara rahmat Allah Swt. kepada manusia adalah dihalalkannya jual beli dalam rangka melanggengkan hubungan antar mereka sebagai makhluk yang membutuhkan orang lain. Akibat dari saling membutuhkan ini maka rasa persaudaraan semakin erat. Jual beli merupakan media yang paling mudah untuk mendapatkan sesuatu baik berupa barang atau jasa, seseorang bisa menukarkan uangnya dengan barang atau jasa yang dia butuhkan pada penjual. Tentu dengan nilai yang disepakati kedua nya. Jual beli pada dasarnya dilegalkan oleh syara‟ asal memenuhi syarat yang telah ditetapkan. Terkait dengan syarat yang harus dipenuhi dalam jual beli adalah menyangkut benda (ma’qud) yang dijadikan obyek jual beli, apakah suci atau najis. Seperti jual beli anjing itu tidak hanya dilakukan oleh orang nonmuslim saja, akan tetapi orang Islam pun tidak sedikit yang melakukannya, karena anjing memang mempunyai berbagai keistimewaan dan kelebihan, seperti; anjing memiliki kepatuhan yang sangat tinggi, setia, dapat digunakan sebagai pelacak dll. Penelitian ini termasuk jenis penelitian library research, maka dalam penulisan skripsi ini, penulis melakukan pengumpulan data lewat studi dan penelitian kepustakaan terhadap buku-buku yang berkaitan dengan permasalahan yang sedang penulis kaji. Dalam menganalisis penelitian ini, penulis menggunakan metode deskriptif yang berusaha menggambarkan, menganalisa dan menilai data yang terkait dengan masalah. Hasil yang di dapat dari penelitian ini adalah, Imam Hanafi berpendapat boleh jual beli Anjing. Karena anjing dan semacamnya adalah sesuatu yang bernilai, sebab bisa di manfaatkan. Sedangkan Imam Malik berselisih pendapat mengenai bolehnya menjual anjing. Di antara mereka ada yang membolehkannya secara mutlaq, sebagian lagi memakruhkannya. Imam Syafi‟i dan Imam Hambali bahkan menjual anjing dan barang najis lainnya secara mutlaq. Baik anjing yang terlalatih maupun lainnya. Hal ini di karnakan menurut mereka anjing adalah najis „ain. Kemudian kalau kita kaitkan dengan keharaman jual beli anjing, para ulama mensyaratkan kesucian barang yang diperjual-belikan. Artinya, jual beli itu harus berupa barang yang tidak najis. Kalau suatu barang hukumnya najis, maka tidak boleh diperjual-belikan. Karena anjing dianggap juga hewan najis oleh mazhab ini, maka hukum memperjual-belikannya ikut jadi haram juga. Sebaliknya, buat para ulama yang tidak menganggap semua tubuh anjing itu najis, maka jual beli anjing halal-halal saja. Kata Kunci: Analisis, Imam Madzhab, Jual Beli, Anjing.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Hudi, S.H.I., M.S.I. Sebagai Pembimbing
Uncontrolled Keywords: Analisis, Imam Madzhab, Jual Beli, Anjing.
Subjects: Hukum Islam > Fikih dari Berbagai Paham, Mahzab
Hukum Islam > Muamalat, Muamalah/Hukum Perdata Islam > Hukum Jual Beli, Dagang
Depositing User: Pustakawan UNISNU Jepara
Date Deposited: 18 May 2016 08:57
Last Modified: 23 Jan 2018 07:29
URI: http://eprints.unisnu.ac.id/id/eprint/448

Actions (login required)

View Item View Item