UPAYA GURU AKIDAH AKHLAK DALAM MENGEMBANGKAN KECERDASAN EMOSIONAL PESERTA DIDIK KELAS I, II DAN III DI MI NAHDLATUSYSYUBBAN BLINGOH DONOROJO JEPARA TAHUN PELAJARAN 2013/2014

ABDUSSHOMAD, NIM 131310002979 (2015) UPAYA GURU AKIDAH AKHLAK DALAM MENGEMBANGKAN KECERDASAN EMOSIONAL PESERTA DIDIK KELAS I, II DAN III DI MI NAHDLATUSYSYUBBAN BLINGOH DONOROJO JEPARA TAHUN PELAJARAN 2013/2014. Skripsi thesis, UNISNU Jepara.

[img] Text
131310002979 Abdusshomad (Upload).pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract

ABDUSSHOMAD (NIM. 131310002979), Upaya Guru Akidah Akhlak dalam Mengembangkan Kecerdasan Emosional Peserta Didik Kelas I, II dan III di MI Nahdlatusy syubban Blingoh Donorojo Jepara Tahun Ajaran 2013/2014. Skripsi. Jepara: Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UNISNU Jepara, 2015. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) Untuk mengetahui masalah-masalah emosional siswa yang dihadapi guru akidah akhlak di MI Nahdlatusysyubban Blingoh Donorojo Jepara. (2) Untuk mengetahui perspektif kecerdasan emosional menurut guru akidah akhlak di MI Nahdlatusysyubban Blingoh Donorojo Jepara. (3) Untuk mengetahui cara-cara guru akidah akhlak dalam melatih kecerdasan emosional siswa di MI Nahdlatusysyubban Blingoh Donorojo Jepara. Penelitian ini dalam pengambilan sampel atau sumber data menggunakan system purposive sampling dan snow ball sampling. Pengumpulan data menggunakan tehnik observasi, wawancara dan dokumentasi. Dan untuk menguji keabsahan data di gunakan triangulasi, yaitu pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara dan berbagai waktu. Dari hasil pengolahan data tersebut diperoleh kesimpulan bahwa: (1) Masalah emosional siswa yang dihadapi guru akidah akhlak di MI Nahdlatusysyubban Blingoh Donorojo Jepara di kelas 1, 2 dan 3, adalah masalah tidak disiplin yang ditandai dengan perilaku siswa seperti ramai di dalam kelas, terlambat datang ke sekolah, tidak mengerjakan PR atau melalaikan tugas, perbuatan asosial seperti penodong, bertengkar serta masalah tata krama siswa atau sopan santun. Sedangkan secara khusus masalah emosional siswa yang dihadapi guru akidah akhlak adalah masalah emosional yang terjadi pada tiap jenjang kelas. Masalah emosional yang terjadi di kelas satu adalah rasa takut, cemas dan khawatir, yang pada gilirannya akan menimbulkan sikap ketergantungan pada orang tuanya. Masalah emosional yang terjadi di kelas dua adalah motivasi belajar yang rendah, sedangkan di kelas tiga adalah meningkatnya solidaritas sesama jenis kelamin dan kecemburuan terhadap lawan jenis. (2) Konsep mengembangkan kecerdasan emosional anak menurut perspektif guru akidah akhlak di MI Nahdlatusysyubban Blingoh adalah bahwa dalam mendidik siswa lebih mementingkan aspek afektif disamping aspek kognitif dan aspek psikomotorik. Perhatian guru terhadap aspek afektif siswa dituangkan dalam bentuk kebijaksanaan-kebijaksanaan sekolah, seperti kegiatan intra sekolah atau kegiatan belajar-mengajar dan dalam kegiatan ekstra kokurikuler. Lebih khusus lagi pada proses pembelajaran, seperti pada penerepan hukuman terhadap siswa yang melanggar peraturan sekolah ataupun siswa yang berbuat tidak sesuai dengan tata krama sosial dan berbuat asosial. Dan dalam memberikan hukuman guru akidah akhlak lebih menggunakan hukuman yang tidak menyentuh fisik, dengan pertimbangan kondisi kejiwaan siswa, sehingga siswa dapat termotivasi dalam belajar dan berperilaku yang lebih baik.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Maswan Sebagai Pembimbing
Uncontrolled Keywords: Kecerdasan Emosional
Subjects: Pendidikan > Pengajaran
Pendidikan > Psikologi Pendidikan
Depositing User: Pustakawan UNISNU Jepara
Date Deposited: 25 Oct 2016 03:02
Last Modified: 22 Dec 2017 07:45
URI: http://eprints.unisnu.ac.id/id/eprint/1233

Actions (login required)

View Item View Item